Monday, 27 February 2017

Burung Tledekan Macet Bunyi? Inilah solusinya..

Tips Trick Cara Merawat Burung Tledekan Macet Bunyi.

Sebagian besar burung jenis tledekan / sulingan memiliki suara kicauan yang merdu dan bervariasi. Namun, seperti halnya jenis burung kicauan yang lain, tledekan yang semula rajin bunyi bisa saja mendadak macet bunyi alias tidak mau mengeluarkan suara ocehannya. Untuk mengatasi problem seperti itu, berikut ini tips perawatan burung tledekan yang macet bunyi.

Tledekan / sulingan sebenarnya hanya nama alias / nama popular di kalangan kicaumania untuk kelompok burung sikatan. Banyak sekali spesies burung sikatan yang ada di Indonesia, dan hampir semuanya memiliki suara kicauan yang merdu dan bervasiasi.

Burung sikatan yang paling dikenal di Indonesia adalah tledekan gunung. Ada dua jenis tledekan gunung yang kita kenal selama ini, yakni sikatan cacing / hill blue flycatcher (Cyornis banyumas) dan sikatan bakau /  mangrove blue flycatcher (Cyornis rufigastra). Tledekan gunung tak hanya dipelihara sebagai burung rumahan, tetapi juga burung lomba sejak akhir dekade 1990-an.

Apapun jenisnya, burung tledekan memiliki suara kicauan yang mengalun merdu bak seruling gembala. Tapi burung ini mudah ngedrop dan stres yang berujung pada macet bunyi. Berikut ini beberapa tips perawatan untuk mengatasi burung tledekan / sulingan yang macet bunyi:
  • Sejak awal, pilihlah sangkar yang tepat. Sebab, tledekan mudah stres jika berada di dalam sangkar yang terlalu sempit. Gunakan sangkar yang tidak terlalu sempit, tapi juga jangan terlalu luas, sehingga burung akan merasa nyaman dan rajin berkicau.
  • Jauhkan sangkarnya dari sangkar burung lain yang berkarakter teritorial dan petarung/fighter seperti kacer dan murai batu.
  • Untuk memancing tledekan macet bunyi agar mau berkicau kembali, cobalah melakukan pengembunan secara rutin. Pengembunan dilakukan pada pagi hari, dengan menggantang sangkarnya di lokasi yang nantinya bakal terpapar sinar matahari pagi yang baru terbit.
  • Sekitar pukul 06.30, berikan 1 sendok teh berisi kroto segar dan bersih, yang dimasukkan dalam cepuknya.
  • Pukul 07.00, burung dimandikan dengan cara disemprot atau menggunakan karamba mandi. Selanjutnya, jemur secukupnya dengan durasi sekitar 20 – 30 menit. Sebelum dijemur, sebaiknya pakan voer diangkat, lalu burung diberikan pakan berupa oplosan apel dan kroto untuk merangsangnya agar mau bunyi.
  • Setelah dijemur, burung dipindah ke tempat sejuk untuk diangin-anginkan. Berikan pakan tambahan yang lain seperti jangkrik kecil (3 ekor) dan ulat hongkong (1 ekor). Jangan lupa, berikan voer yang mengandung kadar protein tinggi untuk mempercepat pemulihan kondisinya.
  • Selama diangin-anginkan di tempat sejuk, burung sesekali diperdengarkan suara masteran atau suara terapi untuk memancingnya agar mau bunyi. Alternatif lainnya, burung ditempel dengan tledekan betina selama 1 – 2 jam.
  • Siang hingga sore hari, burung dibiarkan berisitirahat dengan cara dikerodong.
  • Pukul 16.00, kerodong dibuka dan burung diberikan jangkrik (3 ekor) dan ulat hongkong (1 ekor). Setelah itu burung dimandikan dan dijemur di bawah sinar matahari.
  • Lanjutkan dengan memutarkan suara terapi atau suara burung betina untuk memancingnya bunyi.
  • Pada malam hari, burung dibiarkan beristirahat tanpa perlu dikerodong. Tujuannya untuk merangsang agar mau mengeluarkan suara kicauannya ketika kondisi lingkungan sudah sepi. Dengan demikian, ketika burung sudah mulai kembali lagi, Anda hanya perlu mengatur-ulang setingannya agar burung mau bunyi sepanjang hari.
  • Mandi malam bisa dilakukan dengan memperhatikan kondisi suhu dan cuaca saat itu.

Faktor terpenting dalam perawatan tledekan macet bunyi adalah memberikan rasa aman dan nyaman kepadanya, dengan cara-cara berikut ini:
  • Selalu menjaga kebersihan sangkarnya, agar burung terhindar dari gangguan parasit dan tungau yang bisa membuatnya jarang bunyi.
  • Menggantaung sangkarnya di tempat tenang, nyaman, serta aman dari gangguan predator maupun burung-burung lain yang berkarakter petarung / teritorial.
  • Berikan pakan atau suplemen yang mampu merangsangnya kembali berkicau dengan rajin,

Demikian tips perawatan burung tledekan yang macet bunyi. Dengan melakukan pola rawatan di atas secara rutin, maka dalam waktu tidak terlalu lama, tledekan akan kembali mengeluarkan ocehan merdunya.

Sunday, 26 February 2017

Cara Mudah Mengatasi Lovebird ngeruji

Cara Mudah Mengatasi Lovebird Ngeruji.

Apabila Anda memiliki masalah seperti itu, tidak ada salahnya mencoba tips yang saya buat ini, karena tips yang sudah saya buat ini, saya ambil dari pengalaman dan memadukan dari berbagai macam tips sehingga saya menemukan yang paling ampuh untuk mengatasi lovebird ngeruji.

Lovebird ngeruji bisa disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya belum umur (kurang dari 5 bulan), kebiasaan sejak kecil dalam sangkanya, dan over birahi (pada lovebird dewasa). Bisa juga akibat terlalu dipaksa mengikuti lomba secara terus-menerus. Bagi lovebird muda (umur di bawah 6 bulan), hal ini memang berdampak buruk, termasuk memunculkan perilaku ngeruji. Namun dengan terapi pakan serta perawatan (khususnya mandi dan jemur) bisa membantu mengatasi atau meminimalisasi perilaku ngeruji pada lovebird.

Nah, berikut ini rincian tindakan yang bisa Anda lakukan dalam mengatasi lovebird ngeruji:
  • Untuk sementara, lovebird cukup diberi milet putih saja selama 1-2 minggu. Setelah itu baru diberi jagung, namun cukup sekali dalam seminggu.
  • Lovebird juga bisa diberi timun, 2-3 kali dalam seminggu. Itu kalau burungnya mau, jika tidak mau atau belum terbiasa ya tidak apa-apa.
  • Mandi dilakukan secara rutin setiap pagi, hingga basah-kuyup. Selama 1-2 minggu, lovebird tak perlu dijemur dulu, tetapi cukup dianginkan saja.
  • Setelah 1-2 minggu, burung sudah bisa dijemur sehabis mandi. Namun dianginkan dulu sampai bulunya agak kering, setelah itu baru dijemur.
  • Durasi penjemuran ditingkatkan secara bertahap. Awalnya cukup 10 menit, kemudian setiap hari ditambah 5 menit. Jadi kalau hari ini 10 menit, beberapa hari berikutnya bisa ditanmbah menjadi 15 menit, 20 menit, 25 menit, 30 menit, dan seterusnya.
  • Pada siang hari, lovebird tak perlu dekerodong. Cukup digantang dalam posisi agak rendah, bahkan dijemur di atas lantai pun lebih efektif. Yang penting, lovebird jangan sampai melihat burung sejenis (kalau mendengar suaranya tak apa-apa).
  • Sore / selepas maghrib, atau setelah pukul 18.00, lovebird disemprot bagian dadanya sampai agak basah (tak perlu basah-kuyup). Setelah itu dianginkan sekitar 5 menit, kemudian segera dikerodong untuk diistirahatkan hingga keesokan harinya.
  • Selama istirahat malam, burung untuk sementara tak perlu didekatkan dengan masterannya dulu, agar proses pemulihannya bisa lebih cepat.

Semoga tips berikut dapat membantu kamu dalam mengatasi lovebir yang sudak ngeruji, selamat mencoba say... hahaha

Cara Merawat Jalak Suren Saat Mabung (Molting)

Cara Merawat Jalak Suren Saat Mabung (Molting).

Masa mabung (molting) merupakan hal alami yang akan dialami semua jenis burung, tidak terkecuali jalak suren. Dalam beberapa kasus, jalak suren yang tidak dirawat dengan semestinya tatkala mabung akan berdampak negatif. Untuk mencegah berbagai dampak negatif yang dimaksud, berikut ini 10 hal penting dalam perawatan jalak suren mabung.

Semasa mabung, burung jalak suren cenderung menjadi kurang aktif dan tak terlalu banyak ngoceh. Pada masa itu, burung akan mengumpulkan energinya untuk menuntaskan masa mabungnya secara sempurna.

Apabila proses mabungnya terganggu, burung akan mengalami berbagai dampak negatif, antara lain:
  • Gagal / macet mabung, yaitu kondisi di mana proses mabung tidak berjalan lancar atau macet.
  • Mabung berjalan sangaaat lama, yaitu kondisi di mana burung tidak bisa kembali ke fase fit lantaran bulu–bulu yang nyulam terus-menerus atau mabung tidak pernah tuntas.
  • Bulu-bulu yang baru muncul mudah rusak, kering, dan keriting.
Burung jalak suren mulai memasuki fase mabungnya, dengan ditandai banyaknya bulu halus berserakan di dasar sangkar. Sejak itulah Anda harus segera melakukan perawatan khusus mabung, agar proses ganti bulunya berjalan lancar dan sempurna. Berikut ini 10 hal penting dalam perawatan jalak suren mabung:
  • Kawallah proses mabung jalak suren dengan menyediakan multivitamin tambahan atau suplemen khusus burung mabung seperti BirdMolt yang bisa membantu menuntaskan proses mabung secara dan membuat kondisi fisiknya lebih fit.
  • Jangan menggantang sangkarnya di tempat yang terlalu panas dan kering, melainkan di tempat lembab. Suhu yang lembab bisa membantu mempercepat proses rontoknya bulu-bulu lama. Selain itu, sangkar perlu ditutup kerodong secara full, dengan catatan suhu ruangan terlalu panas atau kering.
  • Jauhkan jalak suren dari burung lain yang bersuara sangat kencang seperti poksay jambul atau jalak hongkong.
  • Jemur burung seperlunya saja, dan hanya dilakukan pada pagi hari, yaitu ketika matahari telah terbit. Durasi penjemurannya cukup 10 – 20 menit, sekadar membantu menghilangkan tungau / kutu yang bermukim pada kulit dan bulu burung.
  • Selalu menjaga kebersihan sangkar dan tenggeran dengan rutin membersihkannya dua kali seminggu selama burung mabung. Kotoran lama yang tidak pernah dibersihkan bisa menjadi sarang parasit dan tungau. Kalau tidak segera dibersikan, maka parasit atau tungau bisa menyerang kulit burung yang botak dan bulu-bulu yang baru tumbuh.
  • Ketika jalak suren sedang meluruhkan bulu-bulunya, sebaiknya kurangi atau hentikan sementara pemberian mandinya. Mandi hanya diberikan setelah bulu-bulu baru mulai tumbuh.
  • Berikan pakan dua kali lebih banyak daripada biasanya. Kalau pada waktu normal burung biasa diberi jangkrik sebanyak 3 ekor, maka saat mabung porsinya bisa ditambah menjadi 5 – 6 ekor setiap hari. Untuk membantu menjaga staminanya, cacing tanah juga bisa disajikan sebagai pakan tambahan.
  • Selain pakan tambahan, Anda juga bisa memberikan pakan racikan khusus untuk burung jalak saat mabung.
  • Burung jalak suren yang sedang memasuki masa mabung pertama atau keduanya bisa diberikan pemasteran dengan suara-suara yang diinginkan. Pemasteran bisa dilakukan dengan memanfaatkan burung masteran atau menggunakan audio suara burung dari mp3.
  • Hindari pemberian suplemen yang bisa meningkatkan birahi jalak suren, sebab akan membuatnya bertambah gacor. Hal ini akan mengganggu bioritme burung sehingga membuat proses mabung menjadi terhambat atau terganggu.

Berikut merupakan tips trick bagai mana cara merawat jalak suren ketika mabung atau ganti bulu dalam bahasa kerennya molting, semoga dengan apa yang sudah saya bagikan ini bisa bermanfaat untuk kamu... iya kamu,,, hehehe... semoga berhasil..

Sunday, 19 February 2017

Cara Merawat Kacer Supaya Cepat Gacor dan Ngeplong

Cara Merawat Kacer Supaya Cepat Gacor dan Ngeplong.

Burung kacer merupakan salah satu primadona bagi para penggemar burung berkicau, burung kacer ini memiliki daya tarik tersendiri yaitu selain memiliki warna yang elegan, kacer ini memiliki suara yang keras serta indah. Namun bagi anda yang memiliki burung kacer naum belum bunyi-bunyi, bisa jadi perawatan yang anda berika belum cukup ataupun karna beberapa faktor yang kurang anda perhatikan.

Ada beberapa hal yang perlu anda perhatikan dan anda lakukan agar burung kacer anda cepat gacor. Berikut adalah beberapa cara agar burung kacer cepat gacor :

1. Jenis kelamin
Burung kacer yang gacor biasanya adalah kacer jantan, jadi pastikan kacer anda berkelamin jantan. Untuk kacer jantan ditandai dengan warna bulu hitam mengkilap dan tegas.

2. Pakan Burung Kacer
Agar burung kacer cepat gacor/rajin bunyi, anda sebaiknya mengganti voer lama dengan yang baru setiap dua hari sekali. Voer yang diberikan sebaiknya berkadar protein 12-18%.Untuk kacer, pemberian pakan hendaknya bervariatif dengan tujuan kebutuhan kacer akan karbohidrat, mineral, protein, dan vitamin tercukupi. Salah satu pakan kacer yang bagus adalah Kroto Sari SKM.

3. Pemberian Extra Food
Extra food atau biasa disebut EF adalah makanan tambahan bagi kacer untuk variasa menu makanan dan mencukupi kebutuhan nutrisinya. Untuk EF kacer, anda bisa memberikan jangkrik, orong-orong, kroto, cacing, ulat hongkong, ulat bambu, ulat kandang, kelabang, atau belalang. Sebagai contoh, berikan jangkrik 2-3 ekor di pagi hari dan sore hari. Anda juga bisa memberikan satu sendok ulat hongkong untk 3 hari. Pemberian pakan yang berkualitas dan tepat akan membuat kacer cepat gacor.

3. Kebersihan Kandang
Untuk menjadikan kacer yang gacor dan berkualitas juga diperlukan kesadaran anda akan kebersihan kandang/sangkarnya. Bersihkanlah kandang setiap hari, termasuk membuang kotoran burung dan gantilah air minum burung setiap hari. Sebaiknya gunakan air minum yang telah dimasak atau air mineral. Kami merekomendasikan sangkar kacer modifikasi yang berkualitas bagus dengan ukuran yang pas.

4. Pemandian dan Penjemuran
Burung kacer sebelum dimandikan sebaiknya diangin-anginkan dulu di teras selama 30 menit. Setelah itu anda bisa memandikan burung kacer dengan semprot atau dengan karamba, disesuaikan dengan kebiasaannya. Penjemuran burung kacer agar cepat gacor bisa anda lakukan setiap hari di pagi hari. jam 8-10 pagi, dan sebaiknya tidak didekatkan pada burung kacer lain. Setelah dijemur burung diangin-anginkan di teras selama kurang lebih 10 menit, setelah itu dikrodong kembali.

5. Pemasteran
Yang satu ini wajib anda lakukan agar kacer cepat gacor, yaitu dengan pemasteran suara. Pemasteran suara bisa dilakukan dengan suara burung master lain atau dengan mp3 player yang sekarang banyak tersedia. Pemasteran bisa dilakukan pada siang hari sampai sore hari (10.00-15.00), dan di malam hari sampai pagi. Untuk hasil yang maksimal, selama pemasteran kacer sebaiknya dikrodong.

6. Kenyamanan Lingkungan
Burung adalah spesies yang terbiasa dengan suasana nyaman, begitu juga dengan kacer. Untuk itu agar burung kacer merasa nyaman dan tenang, pastikan suasana di sekitar rumah anda kondusif. jauhkan dari gangguan kucing, tikus, atau anjing. Karena jika selalu terganggu maka akan berpengaruh pada mental dan suara kacer itu sendiri. Buatlah suasana yang asri, sejuk, dan nyaman agar kacer anda merasa nyaman dan lekas gacor.

Dan untuk perawatannya kacer agar cepat gacor biasanya meliputi perawatan harian yang benar-benar terjadwal. Ada beberapa tahapan perawatan burung kacer kesayangan Anda, meliputi;

Cara Perawatan Harian Supaya Kacer Gacor
  • Tahap pertama, tepatnya di jam 7 pagi, Anda bisa membuka kerodong kandang burung lalu mengantungnya pada tempat terbuka, di depan rumah. Diamkan terlebih dahulu burung kacer Anda, agar menghirup udara segar di pagi hari. Setelah itu, pada jam setengah delapan pagi, sebaiknya mandikan kacer kesayangan Anda. Adapun untuk memandikannya bisa dengan disemprot ataupun menggunakan keramba mandi khusus burung agar kacer lebih leluasa untuk mandi.
  • Trik dan tips merawat kacer agar cepat gacor berikutnya adalah dengan membersihkan kandang/sangkar kacer setiap hari untuk menjaga kesehatan burung. Selain itu, gantung pula air minumnya dengan air mineral atau air yang sudah matang, tambahkan pula dengan makanan pur.
  • Cara merawat kacer agar cepat gacor berikutnya adalah dengan memberikan kacer 3 ekor jangkrik, bagian jangkrik yang sebaiknya diberikan adalah bagian kaki jangkrik. Selanjutnya lakukan penjemuran selama 1 hingga 2 jam di tiap harinya, saat pukul 8 pagi hingga 11 siang. Ketika penjemuran, sebaiknya jangan biarkan burung kacer melihat jenis burung lainnya.
  • Tahap berikutnya adalah dengan mengangin-anginkan kacer di halaman rumah hingga 10 menit lamanya, kemudian kerodong sangkar.
  • Pada siang hari sampai sore hari, Anda bisa melakukan pemasteran burung dengan memperdengarkan suara dari burung master gacor. Sementara pada jam setengah empat sore, Anda bisa mengangin-anginkan burung, bisa juga langsung memandikannya.
  • Saat penjemuran, Anda bisa memberikan burung dengan 2 ekor jangkrik dan jam 6 sore Anda bisa mengkrodong burung lalu memperdengarkan suara dari burung master juara atau sudah gacor ketika beristirahat.

Itulah tips dan trik nya untuk perawatan burung kacer supaya cepat gacor, semoga dengan yang sudah saya jelaskan diatas, bisa bermanfaat untuk kamu, iya kamu,, haha, Semoga berhasil.

Inilah Cara Ciri-ciri atau Perbedaan Murai Batu Jantan dan Betina

Tips Membedakan Murai Batu jantan dan betina paling mudah.

Murai batu ini sangat banyak digemari oleh para penghobi kicau mania, Selain memiliki suara merdu dengan aneka ragam variasi gacor, burung ini juga mempunyai postur tubuh yang tegas. Tak hanya itu saja, burung berekor panjang ini memiliki kombinasi warna yang bulu menarik yaitu hitam mengkilap dan orange yang tajam. Unggas dengan suara yang variatif ini mampu menjadi maskot perlombaan gantangan. Hal ini bisa dilihat bahwa burung “premium” tersebut menjadi kelas lomba yang paling ditunggu. Dengan kenyataan tersebut, tak dapat diherankan jika harga semua jenis murai batu bisa dibandrol dengan nilai yang cukup tinggi.

Bersamaan dengan meningkatnya popularitas murai batu di kalangan kicau mania, banyak dari penghobi burung yang masih belum tahu cara untuk membedakan jenis kelaminnya. Sebenarnya ada banyak metode yang bisa kita lakukan untuk membandingkan ciri antara kelamin murai batu. Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk mengetahui jenis kelamin burung tersebut adalah dengan mengamati suara dari ciri.

Apabila suara murai batu terdengar lebih keras dan merdu, maka bisa diyakini burung tersebut berkelamin jantan. Sedangkan untuk murai batu betina, suaranya akan terdengar lebih pelan dengan sedikit variasi dan tidak terlalu merdu seperti suara si pejantan.

Dalam membedakan murai batu jantan dan betina melalui suara memang harus dibutuhkan pengalaman dan ketelitian yang ekstra. Cara ini memang sudah banyak dibuktikan oleh beberapa penangkar murai yang sudah berpengalaman. Akan tetapi untuk penghobi kicau yang masih pemula, pastinya akan mengalami kesulitan ketika mencoba dengan cara tersebut.

Bagi kicau mania yang masih bingung saat menentukan jenis kelamin melalui suara kicauanya, maka anda bisa menggunakan metode lain yang tentunya lebih mudah. Metode lain yang bisa kita lakukan untuk mengetahui kelamin murai adalah dengan perbandingan pada ciri fisik burung tersebut.

Berikut ini merupakan ciri ciri atau perbedaan Murai Batu Jantan dan Betina.

Ciri Murai Batu Jantan Dewasa
  • Tubuh berukuran lebih besar
  • Warna hitam pada bulu lebih pekat dan mengkilap
  • Bulu coklat di dada terlihat lebih gelap
  • Ekor lebih panjang dengan bulu yang tebal
  • Ukuran kepala lebih besar
  • Posisi mata terlihat menonjol keluar
  • Paruh lebih panjang dan tebal
  • Kakinya tebal, panjang dan kokoh
  • Pubis atau Supit urang akan terasa lebih kaku jika diraba
  • Suara kicaunya lebih keras dan variatif.
Ciri Murai Batu Betina Dewasa
  • Ukuran tubuhnya lebih kecil
  • Bulu yang berwarna hitam terlihat kusam atau keabu-abuan dan tidak mengkilap
  • Bulu di bagian dada berwarna coklat muda
  • Warna bulu putih yang terdapat di bagian punggung terlihat lebih kecil / menyempit
  • Ekor relatif lebih kecil dan pendek
  • Ukuran kepala lebih kecil
  • Posisi mata tidak terlalu menonjol keluar dibanding jantan
  • Secara umum paruhnya lebih kecil dan pendek
  • Ukuran kaki lebih pendek dan kecil dengan tulang yang tipis
  • Pubis atau supit udang akan terasa lunak dan renggang jika diraba
  • Cenderung Berkicau dengan suara lebih pelan dan monoton.
Ciri Murai Jantan Bakalan
  • Bodi tubuh terlihat lebih gemuk daripada betina
  • Paruhnya lebih panjang dan tebal
  • Kepala relatif lebih besar
  • Jemari kakinya lebih panjang kulit yang agak kasar
  • Saat berkicau terdapat jeda akan tetapi nadanya selalu berbeda.
Ciri Murai Betina Bakalan
  • Bodi tubuhnya ramping dan lebih kecil
  • Paruhnya bengkok / melengkung dan agak tipis
  • Ukuran kepala cenderung lebih kecil
  • Kulit kaki lebih halus dan jemarinya cenderung pendek
  • Suara kicaunya rapat tanpa jeda namun selalu dengan nada yang sama.
Ciri Murai Batu Jantan Trotolan
  • Kepal besar dan berbentuk persegi
  • Posisi mata terlihat sedikit menonjol keluar
  • Paruh relatif lebar
  • Bodi tubuh lebih besar dan panjang
  • Terdapat bintik-bintik berwarna coklat di bagian bulu sayap dan dada
  • Saat mengeluarkan suara terdengar dengan nada yang rendah (nge-bass).
Ciri Murai Batu Betina Trotolan
  • Ukuran kepala cenderung kecil dengan bentuk bundar
  • Mata tidak terlalu menonjol keluar dibandingkan jantan
  • Paruh lebih tipis dan terlihat lebih lancip jika diamati dari atas kepala
  • Tubuhnya kecil dan pendek
  • Terdapat bulu tipis yang panjang berwarna coklat bercampur putih di bagian dadanya
  • Suaranya terdengar dengan nada tinggi atau melengking (treble).

Cukup lengkap bukan yang sudah saya sebutkan diatas, jadi bagi kamu kamu yang belum mengetahui perbedaan jantan atau betinannya, bisa kamu bedakan berdaskan ciri-ciri yang sudah saya sebutkan di atas tadi, Semoga dengan apa yang sudah saya jelaskan diatas, bisa membantau anda, semoga berhasil.

Wednesday, 15 February 2017

Cara Mengatasi Burung Pentet / Cendet yang Sering Salto

Cara Mengatasi Burung Pentet / Cendet yang Sering Salto.

Salto merupakan salah satu perilaku atau kebiasaan yang umum ditemukan pada burung kicauan yang dipelihara di dalam sangkar. Ya, hampir semua jenis burung peliharaan memiliki potensi untuk melakukan kebiasaan yang kerap dianggap buruk tersebut. Salah satu jenis burung kicauan yang paling sering melakukan salto adalah cendet. Berikut ini empat cara alternatif mengurangi salto pada burung cendet.

Cara Mengatasi Burung Pentet / Cendet yang Sering Salto

Cendet memiliki suara yang kencang dan penuh variasi isian. Namun burung predator mini ini memiliki kebiasaan yang cukup unik, tapi bisa membuat jengkel orang yang merawatnya, yaitu salto. Selain mengurangi penampilannya, gaya salto yang sering dilakukan burung cendet ternyata bisa membuat stres pemiliknya. Apalagi jika cendet terus-menerus melakukan salto setiap beberapa menit sekali.

Tidaklah mudah mengatasi masalah cendet yang sering salto, terlebih kebiasaan buruk itu seolah jadi bagian dari kehidupan sehari-hari spesies burung ini. Tapi jika rutin melakukan pelatihan dan terapi, maka kebiasaan salto itu secara berangsur-angsur akan berkurang.

Salto pada burung umumnya terjadi karena beberapa faktor, misalnya faktor lingkungan, sangkar, kondisi burung itu sendiri, dan lain-lain. Empat cara alternatif berikut ini bisa membantu mengurangi perilaku burung cendet yang mempunyai kebiasaan salto.

Cara Mengatasi Burung Pentet / Cendet yang Sering Salto

1. Memberi full kerodong
Menutupi sangkar dengan full kerodong setiap hari mampu meredam kebiasaan buruk tersebut. Cendet yang sering salto akibat faktor lingkungan tentu akan merasa lebih aman dan nyaman berada dalam sangkar tertutup, sehingga bisa mengurangi kebiasaan saltonya.

Sebagai upaya terapi, maka full kerodong sebaiknya dilakukan terus-menerus setiap hari. Kerodong hanya dibuka saat sangkarnya akan dibersihkan atau ketika burung hendak dimandikan.

2. Merubah posisi tenggeran
Tenggeran yang dipakai bisa menggunakan 2-3 buah yang dipasang tepat sejajar atas dan bawah. Dengan kondisi tenggeran yang demikian, perilaku salto pada burung cendet bisa dikurangi.

3. Melatih dalam kandang umbaran
Mengurangi salto pada burung cendet juga bisa dilakukan dengan menggunakan kandang umbaran atau kandang aviary yang luas dan tidak terlalu banyak tangkringan. Pindahkan cendet ke dalam kandang umbaran / aviary selama 2 – 3 hari sebagai terapi agar dia mau mengurangi kebiasaan buruknya. Setelah itu, burung dipindahkan ke dalam sangkar hariannya, lantas dipantau apakah masih tetap salto atau sudah berkurang frekuensi saltonya.

Pada keesokan harinya, burung kembali dipindahkan dalam kandang umbaran / aviarynya selama 2 – 3 hari. Jadi, dalam tahap ini, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk mengurangi kebiasaan saltonya.

4. Mandi malam
Meski kurang begitu efektif, terapi mandi malam juga bisa dilakukan secara rutin sampai burung mulai mengurangi kebiasaan saltonya.

Itulah beberapa tips bagaimana cara mengurangi perilaku salto pada burung cendet. Jika keempat macam cara tersebut tetap tidak berhasil, jangan putus asa. Anda bisa mencoba dan semoga bermanfaat.

Tips Menjaga Kondisi Burung Cucak Hijau Supaya Tampil Maksimal

Tips Menjaga Kondisi Burung Cucak Hijau Supaya Tampil Maksimal.

Sebagian kicaumania beranggapan, cucak hijau termasuk jenis burung kicauan yang gampang berubah karakternya. Tetapi jika diperhatikan, perubahan karakter itu muncul ketika cucak hijau tak mendapat perawatan sebagaimana mestinya alias kurang maksimal. Untuk mencegah kondisi tersebut, berikut ini tips menjaga kondisi burung cucak hijau agar tampil maksimal.

Tips Menjaga Kondisi Burung Cucak Hijau Supaya Tampil Maksimal

Cucak hijau termasuk salah satu jenis burung ocehan yang popular dan banyak dipelihara kicaumania, baik sebagai burung rumahan maupun untuk dilombakan. Kepandaiannya dalam meniru aneka suara kicauan menjadikan cucak hijau sebagai burung favorit selain murai batu, lovebird, dan kacer. Gaya ngentrok atau njegriknya yang khas juga menjadi daya tarik tersendiri bagi banyak orang untuk memeliharanya.

Selama ini, banyak ijomania yang beranggapan kalau ngentrok pada cucak hijau berarti burung tersebut sudah siap dilombakan. Tapi fakta di lapangan terkadang berkata lain. Tak sedikit ijomania yang kecewa lantaran burung yang dianggapnya rajin ngentrok ternyata diam saja atau banyak ulah ketika sedang dilombakan. Karena itu, penting bagi kicaumania untuk memahami kondisi ngentrok pada cucak hijau.

Untuk memaksimalkan penampilan cucak hijau baik di rumah maupun di tempat lomba, tentu tidak cukup dengan mengetahui apakah burung sudah ngentrok atau belum. Bahkan cucak hijau yang sedang over birahi pun akan selalu ngentrok. Karena itu, memaksimalkan penampilan cucak ijo dapat dilakukan dengan memperhatikan kebutuhannya termasuk menjaga kondisi burung setiap hari.

Tips Menjaga Kondisi Burung Cucak Hijau Supaya Tampil Maksimal

Secara umum, penampilan cucak hijau yang akan dilombakan sangat bergantung pada beberapa faktor dan kondisi, yaitu:

1. Kondisi kesehatan

Kesehatan merupakan faktor terpenting pada semua mahluk hidup, tak terkecuali burung. Menjaga kesehatan bisa dilakukan dengan beragam cara, misalnya dengan memberikan pakan yang kaya nutrisi, atau memberi tambahan multivitamin seperti BirdVit untuk membantu menjaga kondisi dan memaksimalkan sistem kekebalan tubuhnya.

2. Kondisi lingkungan

Kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi penampilan burung , khususnya yang masih bakalan. Lingkungan yang terlalu ramai tentu akan membuat burung terus-menerus merasa tak nyaman. Kondisi itu pun secara tak langsung dapat memicu stres dan nyulam berkepanjangan, termasuk berubahnya karakter seperti yang disebut-sebut para kicaumania.

3. Kondisi sangkar dan pakan

Cucak hijau dikenal sebagai burung yang “suka kebersihan”. Itu sebabnya mengapa banyak kicaumania melaporkan kalau momongannya tidak mau makan jangkrik yang berada di dasar sangkar kotor, atau enggan menyantap voer yang sudah bercampur kotoran.

Agar burung merasa nyaman di dalam sangkarnya, dibutuhkan peran kicaumania dalam menjaga kebersihannya. Bersihkan sangkar dan perlengkapan di dalamnya secara rutin setiap harinya. Selain itu juga harus memperhatikan kebersihan pakannya.

4. Kondisi birahi atau emosional

Menjaga kondisi birahi maupun emosional burung cucak hijau kerap diabaikan para pemiliknya. Kondisi itulah yang selama ini menjadi penyebab mengapa cucak hijau sering dianggap mudah berubah karakternya.

Burung yang over maupun kurang birahi tentu tidak dapat tampil maksimal. Namun dengan melakukan perawatan yang tepat, terutama menjaga kondisi birahinya agar tetap stabil, cucak hijau dapat tampil secara lebih maksimal.

Menjaga birahi cucak hijau dapat dilakukan dengan beragam cara, yaitu:
  • Berikan pakan dalam jumlah / takaran yang sesuai, dan tidak terlalu berlebihan.
  • Biasakan menggantung sangkarnya di tempat yang tenang, sehingga tidak terpancing emosinya oleh suara burung lain / sejenis yang gacor.
  • Jika memelihara dua ekor cucak hijau di rumah, maka gantang sangkarnya dalam jarak yang saling berjauhan.
  • Selalu mengerodong sangkarnya pada waktu dimasukkan ke dalam rumah / ketika beristirahat.
  • Berikan pakan berupa buah-buahan secara lebih bervariasi.

Itulah beberapa tips menjaga kondisi burung cucak hijau agar tampil lebih maksimal. Jika pola perawatan hariannya selama ini selalu memperhatikan kondisi-kondisi di atas, bukan tidak mungkin cucak hijau akan dapat tampil maksimal. Semoga bermanfaat.